MAJELIS MAULIDIN NABI SAW
Majelis Mingguan : Tiap Malam Kamis Ba'da Isya, Dilanjutkan Dengan Ziarah Ke Makam Habib Ahmad Bin Alwi Al Haddad (Habib Kuncung).
Rabu, 13 Juni 2012
Selasa, 12 Oktober 2010
Teks Qasidah 'ala YaAllah bi nadzroh

أَلاَ يَا الله بِنَظْرَة مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمـَة
Ya Allah ! limpahkanlah kurnia rahmat-Mu
تُدَاوِي كُلَّ مَا بِي مِنْ أَمْرَاضٍ سَقِيْمَة
...
Yang dapat menyembuhkan semua penyakit-penyakit yang ada padaku
ألاَ ياَ صَاحِ يا صَاحِ لاَ تَجْزَعْ وتَضْجَرْ
Wahai kawanku! Wahai kawanku! Janganlah engkau gelisah dan jangan bosan
وسَلِّمْ لِلْمَقَادِيْـر كَيْ تُحْمَدْ وتُؤْجـَرْ
Serahkanlah pada takdir agar engkau dipuji dan di beri pahala
وَكُـنْ رَاضِي بِمَا قَدَّرَ المَوْلَى ودَبَّـر
Dan jadilah hamba yang redha atas apa yang telah di takdirkan Allah, dan diaturkanNya
وَلاَ تَسْخَطْ قَضَا اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ اْلأَكْبَر
Dan janganlah engkau ingkar akan takdir Allah Tuhan Arsy yang
Maha Besar
وَكُنْ صَابِرْ وَشَاكِرْ
Jadilah engkau orang yang bersabar dan bersyukur
تَكُنْ فَائِزْ وَظَافِـرْ
Maka engkau akan menjadi orang yang berjaya dan menang
وَمِنْ أَهْلِ السَّرَائـِر
Dan menjadi kelompok orang orang ahli sir (rahsia)
رِجَالِ اللهِ مِنْ كُلِّ ذِيْ قَلْبٍ مُنـَوَّرٍ
Yaitu hamba-hamba Allah yang memiliki hati yang bercahaya
مُصَفًّى مِنْ جَمِيْعِ الدَّنَسِ طَيِّبٍ مُطَهَّرٍ
Yang bersih dari segala noda (kotoran hati), baik dan suci
وَذِهْ دُنْيـَا دَنِيـَّة حَوَادِثُهَا كَثِـيْرَة
Dunia ini hina, dan banyak kejadian-kejadiannya
وَعِيْشَـتُهَا حَقِيْرَة وَمُدَّتُهَا قَصـِيْرَة
Dan kehidupan dunia itu hina, serta masa untuk hidup itu singkat
وَلاَ يَحْرِصْ عَلَيْهَا سِوَى أَعْمَى الْبَصِيْرَة
Dan tidak ada orang yang rakus akan dunia melainkan orang yang buta hatinya
عَدِيْمُ الْعَقْلِ لَوْ كَانَ يَعْقِلْ كَانَ أَفْكـَر
Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir
تَفَكِّرْ فِي فَنَاهـَا
Berfikirlah akan dunia yang tidak kekal
وَفِي كَثْرَةِ عَنَاهَا
Dan penderitaannya (dunia) yang banyak.
وَفِي قِلَّةِ غِنَاهـَا
Dan akan kekayaannya (dunia) yang sedikit.
فَطُوْبَى ثُمَّ طُوْبَى لِمَنْ مِنْـهَا تَحَـذَّرْ
Maka beruntunglah dan sungguh beruntung bagi siapa yang berhati-hati dari
pada dunia
وَطَلَّقَهَا وَفِي طَاعَةِ الرَّحْمنِ شَمَرْ
Dan menceraikannya (dunia), dan bersiap-siap menuju kepada ketaatan Allah.
أَلاَ يَا عَيْن جُوْدِيْ بِدَمْعٍ مِنْكِِ سَائِـلْ
Wahai mata! Curahkanlah dari padamu air mata yang mengalir
عَلَى ذَاكَ الْحَبِيْبِ الَّذِيْ قَدْ كَانَ نَازِلْ
Untuk seorang kekasih yang telah di utus (Nabi Muhammad s.a.w.)
مَعَنَا فِي الْمَرَابِعْ وَأَصْبَحَ سَفَر رَاحِلْ
Ia bersama kami dan sekarang telah pergi
وَأَمْسَى الْقَلْبُ وَالْبَالُ مِنْ بَعْدِهِ مُكَدَّر
Maka hati ini setelah kepergiannya menjadi menjadi sedih
وَلكـِنْ حَسْبِيَ الله
Akan tetapi cukup bagiku, Allah
وَكـُلُّ الأَمْرِ للـهِ
Dan segala urusan akan kembali pada Allah
وَلاَ يَبْقَى سِوَى الله
Dan tiada yang kekal kecuali Allah
عَلَى بَشَّارِ جَادَتْ سَحَائِبْ رَحْمَةِ الْبَرّ
Semoga Allah memberikan curahan rahmatnya atas penghuni Bassyar (tiga tempat pengkuburan para Auliya).
وَحَيَّاهُمْ بِرَوْحِ الرِّضـَا رَبِّي وَبَشَّـرْ
Dan semoga Dia (Allah) mencurahkan keredhaannya atas mereka serta memberi khabar gembira
بِهَـا سَادَاتُـنَا وَالشُّيُوْخُ الْعَارِفُوْنَـا
Disana terdapat tuan-tuan dan guru-guru kami yang ‘arif
وَأَهـْلُوْنَا وَأَحْبـَابِ قَلْبِيْ نَازِلُوْنَـا
keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai
وَمَنْ هُمْ فِي سَرَائِرِ فُؤَادِيْ قَاِطِنُوْنَـا
Dan mereka orang-orang yang berada dalam lubuk hatiku
بِسَاحَةِ تُرْبِهَا مِنْ ذَكِيِّ الْمِسْكِ أَعْطَر
Mereka berada di tempat yang debunya tercium aroma bau kasturi
مَنَازِلُ خَيْرِ سَادَة
Tempat-tempat persinggahan bagi sebaik-baik manusia
لِكُلِّ النَّاسِ قَادَة
Mereka pemimpin bagi umat manusia
مَحَبَّتَهُمْ سَعَادَة
Dalam mencintai mereka terdapat kebahagiaan
أَلاَ يَا بَخْت مَنْ زَارَهُمْ بِالصِّدْقِ وانْدَر
Sungguh beruntung bagi siapa yang menziarahi mereka dengan tulus dan datang
إِلَيْـهِمْ مُعْتَنـِي كُلُّ مَطْلُوْبِهِ تَيَسـَّرْ
Kepada mereka dengan penuh perhatian maka semua permintaannya akan dipermudahkan
KISAH PEMUDA ISTIMEWA
Dalam suatu kesempatan Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Sulaiman AS untuk pergi ke laut agar melihat sesuatu yang mengagumkan dan mendapati hikmah dibaliknya. Nabi Sulaiman AS pun keluar dari istananya menuju laut bersama-sama jin dan manusia. Sesampainya ditepi laut, beliau tak melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, lantas Nabi Sulaiman AS berkata kepada jin Ifrit :”Menyelamlah engkau kedasar laut ini dan kembalilah dengan membawa sesuatu yang menarik didalamnya.” Jin Ifrit pun menyelam hingga lama dan kembali lagi, lalu berkata : “wahai nabi Sulaiman , sungguh aku telah menyelam kedalam laut dengan perjalanan yang amat jauh, tetapi tidak sampai kedasarnya dan juga tidak kulihat sesuatu yang menarik.”
Kemudian Nabi Sulaiman AS memerintahkan jin yang lain. Sama halnya dengan jin yang pertama, ia tidak juga menemukan sesuatu pun yang menarik. Walaupun jin yang kedua ini menyatakan telah menyelam sebanyak dua kali. Lalu nabi Sulaiman memerintah seorang manusia yaitu Ashif bin Burkhiya, menteri beliau yang disebut dalam Al Qur’an sebagai orang yang mengerti ilmu kitab. Melalui Ashif, akhirnya nabi Sulaiman AS dibawakan kubah yang mempunyai 4 pintu, masing-masingnya terbuat dari intan, yaqut, mutiara, dan zabarjad yang hijau.
Lalu pintu kubah itu terbuka seluruhnya, namun setetes air pun tidak masuk kedalamnya, padahal kubah itu berada di dasar laut yang paling dalam. Di dalam kubah terdapat seorang pemuda yang berpakaian putih bersih dan baik sedang melaksanakan shalat. Nabi Sulaiman AS masuk kedalamnya dan mengucapkan salam lalu berkata kepada pemuda itu :”Apakah yang membuatmu bisa bertempat tinggal di dasar laut ini?” Pemuda itu pun menjawab : “ Wahai Nabi Allah, sesungguhnya ayahku itu orang yang lumpuh dan ibuku tuna netra, aku selalu berusaha melayani mereka selama 70 tahun.”
Ketika ibuku akan meninggal dunia, beliau berdoa :”Ya Allah, berilah anakku usia yang panjang untuk beribadah kepadaMu.” Begitu juga ketika ayahku akan meninggal dunia, beliau berdoa :”Ya Allah, berilah anakku kesempatan untuk beribadah kepadaMu disuatu tempat yang kiranya tidak bisa dilalui oleh syetan.” Setelah aku memakamkan jenazah ayah dan ibuku, lalu aku pergi menuju tepi laut dan kulihat kubah ini persis dihadapanku. Aku pun masuk ke dalam kubah tersebut untuk melihat keindahan di dalamnya. Akhirnya sesosok Malaikat datang kepadaku dan membawaku bersamanya ke dalam laut ini.
Kemudian nabi Sulaiman AS pun bertanya :”kira-kira kapankah kau sampai ke tepi laut ini?” pemuda itu menjawab :”Ketika pada zaman nabi Ibrahim AS.”
Nabi Sulaiman mengingat tentang sejarah Nabi Ibrahim AS yang bisa diperkirakan 2400 tahun silam. Sungguh pun demikian, pemuda itu masih tetap muda, tak ada satupun uban di rambut kepalanya.
Nabi Sulaiman AS bertanya :”Bagaimanakah minuman dan makananmu?” Pemuda itu menjawab :” Setiap hari ada seekor burung hijau membawakan sesuatu yang kuning di patuknya, lalu aku memakannya. Aku bisa merasakan segala kenikmatan didunia dengan memakannya. Aku tidak merasa lapar dan haus, panas dingin dan tidur pun tidak ada keinginan lagi, aku tidak merasa susah dan jemu sama sekali.
Kemudian nabi Sulaiman AS berkata :”Apakah engkau senang untuk ikut bersama kami?” Apakah kau ingin kukembalikan lagi ke tempatmu?” Pemuda itu menjawab :” Wahai Nabi Allah, aku ingin kembali ke tempatku semula.” Dan pada akhirnya Nabi Sulaiman AS memerintahkan Ashif bin Burkhiya untuk mengembalikan pemuda yang berbakti pada kedua orang tuanya itu ke tempatnya semula di dasar lautan yang terdalam demi menikmati keindahan ibadah pada Allah SWT.
(Dikutip dari kitab Irsyadul Ibad Ila Sabilir Rasyad)
Senin, 28 Juni 2010
Menghafal Asmaul Husna

Menghafal atau menyebut di luar kepala akan Asmaul Husna adalah sarana yg insya Allah ringan untuk dilaksanakan untuk meraih surga.
Nabi Muhammad S.A.W. pernah bersabda
"Bahwasanya Allah mempunyai 99 Nama, yakni seratus kurang satu. Barang siapa menghafalnya (menyebut di luar kepala) niscaya akan dimasukkan ke dalam surga".
Namun pada kenyataannya masih banyak di antara kita yang kesulitan untuk menghafal Asmaul Husna tersebut.
Oleh karena itu kami mencoba berbagi tips bagaimana cara menghafal Asmaul Husna. InsyaAllah jika bersungguh-sungguh kita pun akan dapat menghafalnya.
Metode ini kami sebut "Metode 2-2"
Artinya kita menghafalkan dua Asma dalam sekali penghafalan.
Secara lebih detail sebagai berikut:
1. Pastikan Anda telah memiliki daftar Asmaul Husna. Biasanya ada di belakang mushaf Al-Quran.
Bisa juga mengunduh ebook Asmaul Husna dari link berikut : http://bit.ly/cf3daW
(Kami sarankan untuk dicetak agar mempermudah penghafalan).
2. Kelompokkan keseluruhan Asma dalam 10 kelompok, yakni:
(1) Asma nomer 1-10
(2) Asma nomer 11-20
(3) Asma nomer 21-30
(4) Asma nomer 31-40
(5) Asma nomer 41-50
(6) Asma nomer 51-60
(7) Asma nomer 61-70
(8) Asma nomer 71-80
(9) Asma nomer 81-89
(10) Asma nomer 90-99
3. Selanjutnya dari masing-masing kelompok, dibagi lagi menjadi 5 sub kelompok (pasangan).
Misalnya pada kelompok (1) :
- Asma nomer 1 dan 2 >> YAA RAHMAANU YAA RAHIIMU
- Asma nomer 3 dan 4 >> YAA MALIKU YAA QUDDUUSU
- Asma nomer 5 dan 6 >> YAA SALAAMU YAA MU'MINU
- Asma nomer 7 dan 8 >> YAA MUHAIMINU YAA `AZIIZU
- Asma nomer 9 dan 10 >> YAA JABBAARU YAA MUTAKABBIRU
Kelompok (2)
11-12 >> Yã Khãliqu Yã Bãri`u
13-14 >> Yã Mushawwiru Yã Ghaffãru
15-16 >> Yã Qahhãru Yã Wahhãbu
17-18 >> Yã Razzãqu Yã Fattãĥu
19-20 >> Yã `Alĩmu Yã Qãbidhu
Kelompok (3)
21-22 >> Yã Bãsithu Yã Khãfidlu
23-24 >> Yã Rãfi`u Yã Mu`izzu
25-26 >> Yã Mudzillu Yã Samĩ`u
27-28 >> Yã Bashĩru Yã Ĥakamu
29-30 >> Yã `Adlu Yã Lathĩfu
Kelompok (4)
31-32 >> Yã Khabĩru Yã Ĥalĩmu
33-34 >> Yã `Adhĩmu Yã Ghafũru
35-36 >> Yã Syakũru Yã `Aliyyu
37-38 >> Yã Kabĩru Yã Ĥafidhu
39-40 >> Yã Muqĩtu Yã Ĥasĩbu
Kelompok (5)
41-42 >> Yã Jalĩlu Yã Karĩmu
43-44 >> Yã Raqĩbu Yã Mujĩbu
45-46 >> Yã Wãsi`u Yã Ĥakĩmu
47-48 >> Yã Wadũdu Yã Majĩdu
49-50 >> Yã Bã`itsu Yã Syahĩdu
Kelompok (6)
51-52 >> Yã Ĥaqqu Yã Wakĩlu
53-54 >> Yã Qawiyyu Yã Matĩnu
55-56 >> Yã Waliyyu Yã Ĥamĩdu
57-58 >> Yã Muĥshiyyu Yã Mubdi`u
59-60 >> Yã Mu`ĩdu Yã Muĥyĩ
Kelompok (7)
61-62 >> Yã Mumĩtu Yã Ĥayyu
63-64 >> Yã Qayyũmu Yã Wãjidu
65-66 >> Yã Mãjidu Yã Wãĥidu
67-68 >> Yã Aĥad Yã Shamadu
69-70 >> Yã Qãdiru Yã Muqtadiru
Kelompok (8)
71-72 >> Yã Muqaddimu Yã Mu`akhkhiru
73-74 >> Yã Awwalu Yã Ãkhiru
75-76 >> Yã Dhãhiru Yã Bãthinu
77-78 >> Yã Wãlĩ Yã Muta`ãlii
79-80 >> Yã Barru Yã Tawwãbu
Kelompok (9)
81-82 >> Yã Muntaqimu Yã Afuwwu
83-84 >> Yã Ra`ũfu Yã Mãlikal Mulki
85 >> Yã Dzul Jalãli Wal Ikrãm
86-87 >> Yã Muqsithu Yã Jamĩ`u
88-89 >> Yã Ghaniyyu Yã Mughnĩ
Kelompok (10)
90-91 >> Yã Mãni`u Yã Dhãru
92-93 >> Yã Nãfĩ`u Yã Nũru
94-95 >> Yã Hãdĩ Yã Badĩ`u
96-97 >> Yã Bãqĩ Yã Wãritsu
98-99 >> Yã Rasyĩdu Yã Shabũru
4. Dalam menghafal, Anda dapat menyebut Asma - misalnya nomer Asma 1 dan 2 >> AR-RAHMAAN AR-RAHIIM (sebagai dzikir) atau menambah YAA di depan Asma (dalam contoh ini menjadi YAA RAHMAN YAA RAHIIM - ini seperti contoh di atas dan ini yang kami praktekkan)
5. Hafalkan 1 pasangan terlebih dahulu (misalnya YAA RAHMAN YAA RAHIIM). Caranya anda harus mengucapkannya berulang-ulang (misalnya 10x). Jangan berpindah ke pasangan selanjutnya (Asma nomer 3 dan 4) jika Asma nomer 1 dan 2 ini belum benar-benar hafal.
6. Jika Asma no 1 dan 2 sudah benar-benar hafal silakan Anda hafalkan Asma no 3 dan 4. Caranya sama yaitu dengan mengucapkan berulang-ulang.
7. Jika Asma 3 dan 4 sudah hafal jangan terburu-buru menghafal ke pasangan Asma berikutnya (no 5 dan 6). Ucapkan kembali Asma nomer 1, 2, 3 dan 4 secara berurutan dan berulang-ulang hingga benar-benar hafal.
8. Jika Asma no 1, 2, 3 dan 4 sudah hafal silakan melanjutkan Asma no 5 dan 6. Jika Asma no 5 dan 6 sudah hafal. Ulangi kembali hafalan Asma no 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 berkali-kali sampai benar hafal. Jika sudah hafal baru melangkah ke dua Asma selanjutnya. Begitu seterusnya hingga Anda dapat menghafal 10 Asma dalam kelompok (1).
9. Agar tidak terlalu berat beban Anda dalam menghafal. Cukuplah dalam 1 hari Anda menghafal 1 kelompok Asma saja (kecuali Anda masih muda dan/atau memiliki kemampuan menghafal yang bagus).
Jadi misalnya:
- Hari pertama : menghafal kelompok (1)
- Hari kedua : sebelum menghafal kelompok (2), coba ucapkan kembali keseluruhan Asma pada kelompok (1). Pastikan tidak ada Asma yang salah, tertinggal maupun keliru urutannya. Jika seluruh Asma dari kelompok (1) sudah mantap silakan melanjutkan ke kelompok (2). Jika seluruh Asma dari kelompok (2) sudah berhasil dihafalkan. Silakan sebutkan keseluruhan Asma dari kelompok (1) kemudian disambung seluruh Asma dari kelompok (2).
- Hari ketiga: sebutkan kembali seluruh Asma dari kelompok (1) dan (2). Jika sudah benar-benar mantap silakan lanjutkan menghafal Asma dari kelompok (3). Jika seluruh Asma dari kelompok (3) sudah hafal silakan ulangi kembali seluruh Asma dari kelompok (1), (2) dan (3).
Demikian seterusnya sampai seluruh Asma dalam seluruh kelompok berhasil dihafalkan.
- Dalam menghafal Anda dapat menggunakan tasbih (biasaya biji tasbih berjumlah 99, sesuai dengan jumlah Asmaul Husna) sebagai alat bantu untuk memastikan bahwa urutan Asma yang Anda sebutkan sudah benar. Jadi misalnya Anda menyebut Asma no 1, Anda pegang butir tasbih nomer 1 demikian seterusnya.
Selain menggunakan tasbih dapat juga Anda menggunakan jari-jari tangan Anda (saya sarankan cukup jari-jari tangan kanan Anda)
Jadi untuk menghafalkan 1 kelompok Asma cukup menggunakan 5 jari sebelah kanan Anda.
Contoh kelompok (1)
- Ibu jari : sambil menyebut Asma no 1 dan 2
- Telunjuk : sambil menyebut Asma no 3 dan 4
- Jari tengah : sambil menyebut Asma no 5 dan 6
- Jari manis : sambil menyebut Asma no 7 dan 8
- Kelingking : sambil menyebut Asma no 9 dan 10
Begitu sampai kelingking, kembali lagi ke ibu jari untuk menyebut Asma dari kelompok (2), demikian seterusnya
Dengan cara seperti yang diuraikan di atas. InsyaAllah kita akan dapat menghafal Asmaul Husna dalam waktu tidak terlalu lama. Dan jika sudah hafal hendaknya sering mengucapkan agar hafalan tersebut tidak hilang begitu saja.
Semoga bermanfaat...
Rabu, 16 Juni 2010
Jadwal Rihlah Dakwah Al-Habib Umar bin Hafidz di Indonesia Juni 2010
Betapa tak tergambarkan kegembiraan ratusan ribu sanubari muslimin di wilayah Indonesia, ketika mendengar bahwa semakin dekatnya kunjungan berkala tahunan sang Imam, Al Allamah Assayyid Alhabib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh, Guru yang selalu membimbing dengan kelembutan, dan mencirikan Kelembutan ajaran Sang Nabi SAW,siang dan malamnya adalah membimbing ratusan santri dari mancanegara, dan di akhir malamnya adalah tegak dengan kesendirian, hanya berduaan dengan Maha Raja Tunggal di Alam, dan mengakhiri malamnya dengan kedua tangan terangkat tinggi bermunajat dan mengemis curahan Rahmat bagi para muridnya dan seluruh muslimin.
Tahun 1994 adalah kunjungan pertama Beliau ke Indonesia, Da’i muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk berada dibawah bimbingan Beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut. Dan terus berkelanjutan hingga saat ini, setiap tahunnya Beliau menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Indonesia sebagai wujud kepedulian Beliau terhadap kelangsungan dakwah Sang Nabi SAW di bumi muslimin terbanyak di dunia ini.
Kedatangan Da’i besar ini bagai Pelangi warna-warni yang muncul dengan indah setelah guyuran hujan di Negara ini, datang untuk menuntaskan kerinduan antara beliau dan para pecintanya.
Kunjungan Guru Mulia ini ke Indonesia berlangsung setiap tahunnya, untuk menjenguk murid murid beliau yang telah berjumlah ratusan memenuhi Bumi Nusantara ini, puluhan pesantren telah berdiri, ratusan majelis taklim telah dibuka, media televisi, radio, surat kabar, acapkali menampilkan liputan mengenai aktifitas mereka yg selalu berjuang menegakkan dakwah di wilayahnya masing masing dengan kasih sayang, Rahmat dan kelembutan.
Insya Allah Bumi Jakarta akan disentuh langkah mulia beliau dalam beberapa hari mendatang, pada tanggal 17 juni 2010
sempatkanlah diri anda untuk hadir, karna beliau menghadiri Majelis salah seorang muridnya, yaitu guru kita, Hb Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Lapangan Monas, hadirin diperkirakan akan mencapai ratusan ribu orang.
Berikut Jadwal Rihlah Dakwah Habib Umar bin Hafidz di Indonesia Juni 2010:
• KAMIS - 17 JUNI 2010 –
TIBA JAKARTA & SELEPAS ISYA' TERUS KE MAJELIS RASULULLAH (PIMPINAN AL-HABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA ) DI LAPANGAN MONAS, JAKARTA MULAI 21.00
• JUM’AT 18 JUN 2010 –
LAMPUNG (MULTAQO ULAMA)
• 19 - 20 JUN 2010 –
MEDAN (MULTAQO ULAMA)
• 21 - 22 JUN 2010 –
PALU (MULTAQO ULAMA)
• 23 - 24 JUN 2010 –
LOMBOK (MULTAQO ULAMA)
• 25 JUN 2010 - PASURUAN (MAJLIS TERTUTUP)
• 26 JUN 2010 - SURABAYA (MAJLIS TERTUTUP)
• 27 - 29 JUN - JAKARTA (MAJLIS TERTUTUP RABITOH ALAWIYAH DLL)
• 29 JUN - PULANG KE TARIM , YAMAN.
Wahai Yang Maha Membangkitkan Kemuliaan bangkitkanlah semangat keluhuran di sanubari kami khususnya dan di sanubari penduduk nusantara ini, dengan kedatangan Hamba Mu yang kau muliakan sebagai pewaris perjuangan Sang Nabi SAW yang telah dibawa dan diemban oleh para Da’I terpilih Mu dari zaman ke zaman. Jadikan kedatangan beliau sebagai hembusan Rahmat Mu pada Jutaan sanubari penduduk negeri ini, maka terangkatlah musibah dan bencana, terampunilah dosa dosa, dan sejuklah sanubari hamba hamba Mu di negeri ini, Amiin ya Robbal alamin.
Tahun 1994 adalah kunjungan pertama Beliau ke Indonesia, Da’i muda yang telah mendunia ini pun mengadakan kesepakatan dengan para Ulama dan habaib di Indonesia untuk mengabulkan permintaan mereka dalam menerima siswa-siswa dari Indonesia untuk berada dibawah bimbingan Beliau di Yaman, tepatnya di kota Tarim, Hadramaut. Dan terus berkelanjutan hingga saat ini, setiap tahunnya Beliau menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan ke Indonesia sebagai wujud kepedulian Beliau terhadap kelangsungan dakwah Sang Nabi SAW di bumi muslimin terbanyak di dunia ini.
Kedatangan Da’i besar ini bagai Pelangi warna-warni yang muncul dengan indah setelah guyuran hujan di Negara ini, datang untuk menuntaskan kerinduan antara beliau dan para pecintanya.
Kunjungan Guru Mulia ini ke Indonesia berlangsung setiap tahunnya, untuk menjenguk murid murid beliau yang telah berjumlah ratusan memenuhi Bumi Nusantara ini, puluhan pesantren telah berdiri, ratusan majelis taklim telah dibuka, media televisi, radio, surat kabar, acapkali menampilkan liputan mengenai aktifitas mereka yg selalu berjuang menegakkan dakwah di wilayahnya masing masing dengan kasih sayang, Rahmat dan kelembutan.
Insya Allah Bumi Jakarta akan disentuh langkah mulia beliau dalam beberapa hari mendatang, pada tanggal 17 juni 2010
sempatkanlah diri anda untuk hadir, karna beliau menghadiri Majelis salah seorang muridnya, yaitu guru kita, Hb Munzir bin Fuad Almusawa, yaitu di Lapangan Monas, hadirin diperkirakan akan mencapai ratusan ribu orang.
Berikut Jadwal Rihlah Dakwah Habib Umar bin Hafidz di Indonesia Juni 2010:
• KAMIS - 17 JUNI 2010 –
TIBA JAKARTA & SELEPAS ISYA' TERUS KE MAJELIS RASULULLAH (PIMPINAN AL-HABIB MUNZIR BIN FUAD ALMUSAWA ) DI LAPANGAN MONAS, JAKARTA MULAI 21.00
• JUM’AT 18 JUN 2010 –
LAMPUNG (MULTAQO ULAMA)
• 19 - 20 JUN 2010 –
MEDAN (MULTAQO ULAMA)
• 21 - 22 JUN 2010 –
PALU (MULTAQO ULAMA)
• 23 - 24 JUN 2010 –
LOMBOK (MULTAQO ULAMA)
• 25 JUN 2010 - PASURUAN (MAJLIS TERTUTUP)
• 26 JUN 2010 - SURABAYA (MAJLIS TERTUTUP)
• 27 - 29 JUN - JAKARTA (MAJLIS TERTUTUP RABITOH ALAWIYAH DLL)
• 29 JUN - PULANG KE TARIM , YAMAN.
Wahai Yang Maha Membangkitkan Kemuliaan bangkitkanlah semangat keluhuran di sanubari kami khususnya dan di sanubari penduduk nusantara ini, dengan kedatangan Hamba Mu yang kau muliakan sebagai pewaris perjuangan Sang Nabi SAW yang telah dibawa dan diemban oleh para Da’I terpilih Mu dari zaman ke zaman. Jadikan kedatangan beliau sebagai hembusan Rahmat Mu pada Jutaan sanubari penduduk negeri ini, maka terangkatlah musibah dan bencana, terampunilah dosa dosa, dan sejuklah sanubari hamba hamba Mu di negeri ini, Amiin ya Robbal alamin.
Langganan:
Postingan (Atom)